Selasa, 16 Juni 2015

manusia dan cinta kasih

Manusia dan Cinta kasih
Menurut kamus umum bahasa indonesia karya w.j.s. poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka(kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tetarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka(sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peran yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat, dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antar manusia dengan tuhannya sehingga manusia menyembah tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintahnya, dan berpegang teguh pada syariatnya.
  • Cinta memiliki tiga tingkatan, yaitu tinggi, menengah dan rendah.
  • Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada tuhan.
  • Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orangtua, anak, saudara, istri atau suami dan kerabat.
  • Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.

Menurut ibnu al-arabi
Mari kita simak pendapat Ibnu al-arabi (tokoh filosofo islam) mengenai rasa cinta. Ibnu al-araby membagi cinta pada 3 tingkatan, yaitu:

1.Cinta Natural. cinta ini bersifat subjektif, kita lebih mementingkan keuntungan diri sendiri. Contohnya, kita dapat mencintai seseorang karna dia telah menolong kita, berbuat baik pada kita. Seperti cintanya seekor kucing pada majikannya karna telah merawatnya.

2.Cinta Supranatural. Cinta ini brsifat objektif, tanpa pamrih. dimana kita akan mencintai seseorang dengan tulus tanpa mengharapkan timbal balik walau masih ada muatan subjektif. Contohnya seperti cintanya seorang ibu pada anaknya, ia rela berkorban apapun dan bgaimanapun caranya demi kebaikan anaknya walaupun tanpa ada balasan (rasa cinta) dari anaknya tersebut. Pada tingkat inilah kita akan mulai memahami pepatah yang menyabutkan “CINTA TAK HARUS MEMILIKI”

3.Cinta Ilahi. Inilah kesempurnaan dari rasa cinta. Kita tidak hanya akan mendahulukan kepentingan objek yand kita cintai,. Lebih dari itu, ketika kita telah mencapai tingkatan ini kita tidak akan lagi melihat diri kita sebagai sesuatu yang kita miliki, penyerahan secara penuh, sirnanya kepentingan pribadi. Kita merasa bahwa apapun yang kita miliki adalah milik objek yang kita cintai.

Menurut KANG ZAIN

1. Cinta berbasis Shodr (lapisan hati luar)

2. Cinta berbasis Qolbu (lapisan hati tengah)

3. Cinta berbasis Fuad (lapisan hati dalam)

Mari kita simak,

1. Cinta berbasis Shodr (lapisan hati luar)

Ciri-cirinya adalah perasaan mudah gelisah, kecenderungan yang ada adalah untuk memiliki bukan untuk memberi. Sifatnya jasadi atau fisik. Dan kental sekali berbau dunia. Ingin punya ini dan ingin punya itu … tapi sering lupa mensyukuri apa yang sudah dimiliki.

2. Cinta berbasis Qolbu (lapisan hati tengah)

Ciri-cirinya adalah perasaan kadang gelisah tapi kadang tenang bahagia. Kadang menikmati tapi kadang menyesali. Kadang inget Tuhan tapi kadang inget kekasih hati ciptaan Tuhan. Perasaannya bolak-balik seperti Qolbu. Jika ia memiliki hati yang bersih maka walaupun ia mencintai makhluk Tuhan, ia tetap paham prosedur syariat yang harus dilewati. Sehingga ia bisa memiliki sesuatu dengan cara yang dirahmati Tuhan.

3. Cinta berbasis Fuad (lapisan hati dalam)

Inilah cinta yang sejati, sangat dalam dan penuh sensasi yang melupakan (dunia). Ia begitu dalam sehingga tidak mudah lepas, bahkan tidak bisa lepas. Hatinya bergantung penuh kepada Tuhan. Ia nyaris lupa akan dunia. Dan itulah yang jadi masalahnya. Ia terkadang lupa akan bajunya yang mungkin saja kurang pantas dilihat. Ia tidak lagi memikirkan penilaian orang terhadapnya. Itu sebabnya ia pun sering beristghfar karena khawatir tidak mampu mencintai Makhluk Tuhan, sehingga ada yang terzalimi karena begitu kuat cintanya kepada Tuhan. Hatinya tenang karena dekat kepada Tuhan, dan hatinya pun gelisah karena ingat dosa-dosanya yang tak mampu dilihatnya. Mungkin saja ia sampai bingung apalagi yang mau di-istighfari, padahal ia sangat menyukai istighfar dan taubat, tapi ia begitu anti berbuat maksiat.

Triangular Theory of Love

Di dalam teori ini, cinta digambarkan memiliki tiga elemen/komponen yang berbeda, yaitu : keintiman (intimacy), gairah/nafsu (passion), dan kesepakatan/komitmen (commitment). Teori ini dikemukakan oleh Robert Sternberg – seorang ahli psikologi. Berbagai gradasi maupun jenis cinta timbul karena perbedaan kombinasi di antara ketiga elemen tersebut. Suatu hubungan interpersonal yang didasarkan hanya pada satu elemen ternyata lebih rapuh daripada bila didasarkan pada dua atau tiga elemen.

Berdasarkan “Triangular Theory of Love” disebutkan beberapa bentuk-bentuk (wajah) cinta, yaitu :

1.       Menyukai (liking) atau pertemanan karib (friendship), yang cuma memiliki elemen intimacy. Dalam jenis ini, seseorang merasakan keterikatan, kehangatan, dan kedekatan dengan orang lain tanpa adanya perasaan gairah/nafsu yang menggebu atau komitmen jangka panjang.

2.       Tergila-gila (infatuation) atau pengidolaan (limerence), hanya memiliki elemen passion. Jenis ini disebut juga Infatuated Love, seringkali orang menggambarkannya sebagai “cinta pada pandangan pertama”. Tanpa adanya elemen intimacy dan commitment, cinta jenis ini mudah berlalu.

3.       Cinta hampa (empty love), dengan elemen tunggal commitment di dalamnya. Seringkali cinta yang kuat bisa berubah menjadi empty love, yang tertinggal hanyalah commitment tanpa adanya intimacy dan passion. Cinta jenis ini banyak dijumpai pada kultur masyarakat yang terbiasa dengan perjodohan atau pernikahan yang telah diatur (Era Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih?)

4.       Cinta romantis (romantic love). Cinta jenis ini memiliki ikatan emosi dan fisik yang kuat (intimacy) melalui dorongan passion.

5.       Cinta persahabatan sejati (companionate love). Didapatkan pada hubungan yang telah kehilangan passion tetapi masih memiliki perhatian dan intimacy yang dalam serta commitment. Bentuk cinta seperti ini biasanya terjadi antar sahabat yang berlawanan jenis.

6.       Cinta semu (fatuous love), bercirikan adanya masa pacaran dan pernikahan yang sangat bergelora dan meledak-ledak (digambarkan “seperti angin puyuh”), commitment terjadi terutama karena dilandasi oleh passion, tanpa adanya pengaruh intimacy sebagai penyeimbang.

7.       Cinta sempurna (consummate love), adalah bentuk yang paling lengkap dari cinta. Bentuk cinta ini merupakan jenis hubungan yang paling ideal, banyak orang berjuang untuk mendapatkan, tetapi hanya sedikit yang bisa memperolehnya. Sternberg mengingatkan bahwa memelihara dan mempertahankan cinta jenis ini jauh lebih sulit daripada ketika meraihnya. Sternberg menekankan pentingnya menerjemahkan elemen-elemen cinta ke dalam tindakan (action). “Tanpa ekspresi, bahkan cinta yang paling besar pun bisa mati” kata Sternberg.

8.       Non Love, adalah suatu hubungan yang tidak terdapat satupun dari ketiga unsur tersebut. hanya ada interaksi namun tidak ada gairah, komitmen, ataupun rasa suka.

Study Kasus :

Pernah tidak sih mendengar cerita dari sahabatmu atau temanmu yang bercerita tentang pacarnya ?

Tentang indahnya punya pacar ? tentang bahagia yang di dapatkannya dari sang kekasih hati ? pasti sering kan ? banyak sekali cerita tentang cinta dari yang bahagia hingga yang menyedihkan dan tragis. Tapi itu semua hanya cinta kepada sesama umat manusia.

Pernah tidak mendengar malihat temanmu yang bercerita sambil menangis ketika meninggalkan ibadahnya ? pernah tidak mendengar penyesalan telah meninggalkan kegiatan agamanya ? tentu jarang ! atau mungkin tidak sama sekali.

Inilah bedanya, kadang manusia suka lupa bahwa ia harus lebih mencintai sang penciptanya daripada umat manusia yang juga di ciptakan sang pencipta.

Opini :

Menurut saya apapun jenis cinta, apapun tingkatan cinta itu hanyalah masalah hati. Hati yang menentukan semuanya akan seperti apa, dan akan bagaimana.

Sebagai umat manusia kita harus bersyukur karena masih ada cinta di dunia ini yang bisa mempererat tali persaudaraan, memperbanyak tali silaturahmi dan dapat mecegah tindakan anarkisme terjadi.Memang cinta pada manusia itu buta tapi cinta tidak tuli, masih bisa di dengar kata-kata pujian untuk yang di Cinta. Masih bisa di rasakan perbuatan n perlakuan istimewa untuk yang di cinta.

MANUSIA & KEBUDAYAAN

manusia mempunyai sifat-sifat antara lain Sifat dasar manusia yang pertama dan paling banyak ditemui di kalangan per-artisan adalah Sanguinis. Dari kalimat di atas saja sudah sedikit menguak ciri-ciri pemilik watak ini kan. Benar! Orang berwatak sanguinis adalah tipe orang-orang cepat atau lambat akan menjadi populer. Karena inilah sifat ini disebut “Sanguinis yang Populer”. Tidak hanya artis yang bisa memiliki sifat ini, melainkan siapa saja yang memiliki ciri-cirinya kemungkinan dia memiliki sifat ini atau sebagian dari sifat ini. Berikut ciri-cirinya :Supel atau mudah sekali bergaul.
Suka teriak-teriak gak jelas.
Paling semangat di antara yang lain.
Paling kocak.
Agak sombong.
Suka menolong orang.
Main perasaan.
Gak teratur hidupnya.
Easy going.
Pikiran gak tetap, berubah-ubah, labil.
Dikelilingi banyak orang (populer).
Super kreatif dan inovatif.
Mulut nyerocos mulu tapi gak pernah dengerin orang.
Gak suka mikir terlalu detail dan keras.
Banyak bercanda.
Kekanak-kanakan.
Selalu ingin tahu segala hal.
Optimis.
Selalu ceria.
Cepat bosan.
Pandangan hidup : Memotivasi orang untuk melihat dia melompati tembok
Pekerjaan : Artist, Pembicara, Fasilitator, Salesman.
Sifat dasar yang kedua adalah sifat yang sangat bertolak belakang dengan sanguinis, yaitu Melankolis. Watak ini banyak ditemui di kalangan einstein. Contohnya kakaknya einstein, adeknya einstein, bapaknya einstein, serta kerabat-kerabatnya einstein (hehe, yah, seperti itulah). Mereka cenderung untuk mengandalkan logika dan bukti untuk mencapai kesimpulan. Berbeda sekali dengan sanguinis yang secara sekejap akan menyatakan kesimpulannya tanpa mengetahui bahwa E=MC2 terlebih dulu. Orang melankolis cenderung “sempurna” dalam menjalani hidup. Karena itu watak ini disebut “Melankolis yang Sempurna”. Berikut ciri-ciri orang berwatak melankolis.
Cenderung pendiam.
Kebanyakan cerdas.
Lebih senang sendiri dari pada berkumpul.
Sensitif sekali terhadap kritik, walaupun cuman “ah lo gendut amat, haha (nada bercanda)”
Tertib dan disiplin tinggi.
Jalan hidup terencana sampai 5 bahkan 10 tahun ke depan.
Ruangan selalu rapi.
Terlihat tenang dan serius.
Artistik, musikal, filosofis, dan puitis.
Suka berkorban.
Suka melihat tabel daftar dan diagram.
Perfeksionis.
Terlalu sering curiga.
Suka nyanyi-nyanyi lagu melow kalo lagi sendirian.
Terlihat keren (cool).
Selera humor rendah.
Pandangan hidup : Membuat perhitungan detail untuk mengukur tembok sebelum melewatinya
Pekerjaan : Peneliti, Analis, Akuntan, Teknisi.
Sifat berikutnya adalah Koleris. Watak ini bisa di baca dengan hanya satu kata, “KUAT”. yah, dari situ akan menyebar ke berbagai aspek ciri lainnya. Oleh karena itu, sifat ini disebut “Koleris yang Kuat”. Inilah ciri-ciri seseorang memiliki watak koleris yang kuat.
Langkah cepat.
Tampak terburu-buru.
Datang paling awal, pulang paling cepat.
Mendominasi.
Tidak suka dibantah.
Menghadapi kekerasan dengan kekerasan.
Hidup penuh tujuan bagi kepentingan diri sendiri.
Tidak suka basa basi.
Aktif.
Bebas dan mandiri.
Pantang menyerah.
Tidak terlalu butuh teman.
Sulit meminta maaf.
Unggul dalam keadaan darurat.
Selalu benar.
Membuat keputusan sulit dengan cepat.
Tertantang dengan tantangan dan persaingan.
Cepat marah.
Emosi tidak pada belas kasihan.
Ambisius.
Egois.
Melakukan sesuatu seenak jidat.
Pandangan hidup : Mendobrak tembok
Pekerjaan : Pengusaha, Pemimpin, Direktur.
Sifat yang terakhir yaitu Phlegmatis. Tidak banyak hal menonjol yang dimiliki watak ini. Tapi justru karena di sinilah sisi baik mereka. Mereka hanya ingin kedamaian abadi di muka bumi ini. Karena inilah mereka disebut si “Phlegmatis yang Damai”. Seperti halnya sanguinis-melankolis yang berbanding terbalik, phlegmatis merupakan kebalikan dari koleris. Mereka cenderung santai, bahkan sangat santai. Berikut ciri-cirinya.
Damai.
Setia.
Malas.
Lebih senang mendengarkan daripada berbicara.
Banyak teman.
Mudah beradaptasi.
Patuh.
Berusaha menyenangkan hati orang.
Motivasi kurang.
Rendah hati.
Emosi stabil.
Bijaksana.
Supportif.
Menghindari konfilk.
Menemui cara yang mudah dalam melakukan sesuatu (mungkin karena malas ^.^v)
Sangat lambat dalam memilih tindakan.
Punya selera humor.
Anti bosan.
Pandangan hidup : Membantu orang melompati tembok
Pekerjaan : Staf administrasi, Konselor, Customer service.
Yap, itulah 4 sifat dasar manusia. Sebagai catatan, tidak menutup kemungkinan seseorang memiliki lebih dari satu tipe watak.
Salah satu jenis psikotes yang palin banyak digunakan di dunia adalah Enneagram. Kata Enneagram berasal dari bahasa Yunani ennea berarti sembilan dan grammos berarti sesuatu yang digambarkan. Tes ini dikembangkan oleh Oscar Ichazo (Psikolog kelahiran Bolivia) dan Claudio Naranjo (Psikiater kelahiran Chili) pada tahun 1950-an dan didasarkan pada pengajaran G.I.Gurdjieff. Kesembilan jenis kepribadian ini digambarkan dalam diagram yang masing-masing kepribadian saling memiliki hubungan Tes Enneagam ini berfungsi untuk mengetahui bentuk-bentuk kepribadian manusia yang dibagi menjadi 9 jenis. Jenis kepribadian tersebut adalah:
9 Tipe Kepribadian berdasarkan Enneagram :
1. Reformer / Perfeksionis
Seorang yang rasional dan sangat idealis. Punya jiwa kuat dalam membedakan benar dan salah. Umumnya seorang guru, atau agen perubahan (agen reformasi). Ingin selalu memperbaiki yang salah. Tapi terkadang terlalu kritis dan terlalu perfeksionis.
2. Giver / Helper
Seorang yang berjiwa merawat, peduli kepada sesamanya. Berhati lembut, tulus dan empati kepada orang lain. Mau berkorban untuk orang lain. Suka membantu orang lain. Namun terkadang terlalu sentimentil (perasa). Terkadang punya masalah dalam hal menyampaikan kebutuhannya sendiri kepada orang lain. Menuntut orang lain mengerti kebutuhannya.
3. Achiever/ Motivator/ Performer
Seorang yang berorientasi pada prestasi. Energik, bersemangat, percaya diri. Punya ambisi untuk maju. Terkadang terlalu berpikir tentang pandangan orang lain terhadap dirinya. Terlalu gila kerja dan terlalu suka bersaing untuk menang.
4. Romantic / Artist/ Individualist
Seorang yang sensitif dan introspektif (melihat kedalam diri sendiri). Kreatif, dapat mengekspresikan diri. Terkadang emosinya berubah-ubah (moody). Terlalu menarik diri dari pergaulan. Kurang nyaman bertemu banyak orang. Terkadang mengasihani diri sendiri.
5. Observer / Thinker / Investigator
Seorang yang memiliki otak cerebral kuat. Punya rasa penasaran tinggi. Ingin mengetahui sesuatu secara mendalam. Mampu berkonsentrasi terhadap keahlian-keahlian yang rumit. Mandiri. Inovatif. Dan punya kemampuan inventif (menemukan sesuatu). Terkadang terlalu asyik dengan konsep-konsep gagasannya sendiri. Dapat melihat dunia dengan cara pandang yang berbeda. Terkadang terlalu memisahkan diri dari bertemu banyak orang.
6. Loyalist / Pessimist
Seorang yang terlalu menekankan rasa aman. Punya komitmen. Bertanggungjawab, dapat bekerja keras. Sering meragukan diri sendiri. Kurang yakin dan kurang percaya diri. Kurang bisa mengambil keputusan.
7. Generalist / Optimist / Adventure
Seorang yang selalu sibuk. Punya sikap terbuka terhadap orang lain. Berjiwa spontan. Bersemangat. Selalu optimis dan yakin pada diri sendiri. Terkadang kurang disiplin mengerjakan satu hal. Kurang fokus. Selalu mencari pengalaman-pengalaman baru. Kurang bisa bersabar.
8. Challenger/ Leader / Boss/ Protector/ Intimidator
Seorang yang dominan. Percaya diri. Berjiwa melindungi. Gaya bicara langsung pada intinya. Terkadang cenderung egois dan mendominasi. Merasa dia harus mengendalikan lingkungan, dan orang-orang di sekitarnya. Cenderung mudah marah (temperamental).
9. Peacemaker / Mediator/ Accomodator
Seorang yang easygoing. Bisa mempercayai orang lain. Bisa menerima orang lain. Emosinya stabil. Cukup kreatif dan optimis. Terkadang harus mengajak orang lain untuk bepergian untuk mencari rasa aman. Selalu menghindari konflik. Tidak suka berselisih. Namun terkadang bersikap keras kepala

Psikotes (Part 8) : Verbal, Wartegg
Psikotes (Part 7) :Kerjasama, Motivasi, Potensi Sukses
Sanguin → dijuluki si “Populer” karena pandai persuasif dan ingin terkenal.
Koleris → dijuluki si “Kuat” karena sering dominan dan kompetitif.
Melankolis → dijuluki si “Sempurna” karena perfeksionis dan serba teratur.
Plegmatis → dijuluki si “Cinta Damai” karena kesetiaannya dan menghindari konflik.
4 kepribadian diatas tidak ada yang lebih bagus atau lebih jelek, sebab masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Sekarang mari kita ulas kekuatan dan kelemahan dari 4 kepribadian tersebut.
SANGUIN
Kekuatan :
Suka bicara.
Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif.
Antusias dan ekspresif.
Ceria dan penuh rasa ingin tahu.
Hidup di masa sekarang.
Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan).
Berhati tulus dan kekanak-kanakan.
Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara).
Umumnya hebat di permukaan.
Mudah berteman dan menyukai orang lain.
Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian.
Menyenangkan dan dicemburui orang lain.
Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam).
Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.
Menyukai hal-hal yang spontan.
Kelemahan :
Suara dan tertawa yang keras (bahkan terlalu keras).
Membesar-besarkan suatu hal / kejadian.
Susah untuk diam.
Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka ikutan Gank).
Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele.
RKP (Rentang Konsentrasi Pendek) alias pelupa.
Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias).
Mudah berubah-ubah.
Susah datang tepat waktu.
Prioritas kegiatan kacau.
Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas.
Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.
Egoistis alias suka mementingkan diri sendiri.
Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama.
Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.

dan ada jjuga bermacam budayanyaMacam-macam budaya Indonesia sudah terkenal unik di seluruh dunia. Selain itu, Indonesia juga mendapat julukan Zamrud Khatulistiwa. Budayanya pun sudah mendunia, ditambah dengan semakin bertambahnya provinsi di Indonesia nan sampai saat ini sudah berjumlah 33 provinsi. Ini tentu saja membuat semakin beragamnya budaya kita.

Dewasa ini memang dibutuhkan kerja keras agar macam-macam budaya Indonesia dapat tetap lestari. Luasnya wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke membuat kita kaya akan budaya.
Uniknya, budaya Indonesia dapat kita lihat saat berkunjung ke Taman Mini Indonesia Latif (TMII). Di sana terdapat macam-macam budaya Indonesia, mulai dari rumah adat, baju adat, dll. Tapi, tak ada salahnya sewaktu-waktu kita pun mengunjungi daerah di Indonesia buat melihat secara langsung macam-macam budaya Indonesia.
Untuk lebih mengenal macam-macam budaya Indonesia, marilah kita berkunjung ke tiap pulau di Indonesia. Budaya Indonesia sebetulnya tak kalah dengan budaya dari luar, tetapi sangat disayangkan sebagian penduduk Indonesia lebih merasa bangga dengan budaya luar.
Sebelum mengetahui macam-macam budaya Indonesia, ada baiknya kita ketahui apa itu budaya dan kebudayaan. Dalam bahasa sehari-hari, kebudayaan artinya terbatas pada hal-hal nan latif seperti candi, tari-tarian, seni rupa, seni suara, kesusastraan, dan filsafat.
Definisi ilmu antropologi jauh lebih luas sifat dan ruang lingkupnya. Menurut ilmu antropologi, kebudayaan ialah holistik sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehudupan masyarkat nan dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Sementara itu, budaya itu sendiri artinya ide dari budi dan daya seseorang buat melakukan sesuatu.
Macam-macam Budaya IndonesiaIndonesia ialah negara nan sangat kaya kebudayaan. Setiap pulau nan terdiri atas beberapa provinsi mempunyai kebudayaan nan berbeda. Tiap suku bangsa memiliki bahasa, rumah adat, tarian, lagu daerah, baju adat, upacara adat, makanan tradisional, dll. Seperti nan tertulis di bawah ini, kita akan coba bahas macam-macam budaya Indonesia.
1. Macam-macam Budaya di Pulau SumateraPulau nan mendapat julukan Suwarnadwipa (pulau emas) atau Suwarnabhumi (tanah emas), keunikan macam-macam budayanya dapat kita lihat di bawah ini.
a. Rumah Adat
  1. Aceh: Rumoh Aceh
  1. Sumatera Utara: Jabo Balon
  1. Sumatera Barat: Rumah Gadang
  1. Sumatera Selatan: Rumah Limas
  1. Riau: Rumah Adat Melayu Selaso Jatuh Kembar, Lontiok
  1. Jambi: Rumah Panggung
  1. Lampung: Nuwo Sesaat
  1. Bengkulu: Bubungan Limas
b. Tarian
  1. Aceh: Tari Bines, Didong, Tari Guel, Tari Mesekat, Tari Rateb Meuseukat, Tari Saman, Tari Seudati, Tari Laweut, Tari Likok Pulo, Tari Pho, Tari Rapa'i Geleng, Tari Ula-ula Lembing, dan Tari Pukat.
  1. Sumatera Utara: Tortor, Tari Sapu Tangan, Tari Adok, Tari Anak, Tari Pahlawan, Tari Lagu Duo, Tari Perak, dan Famaena.
  1. Sumatera Barat: Tari Piring, Tari Payung, Tari Indang, Tari Pasambahan, dan Tari Lilin.
  1. Riau: Zapin, Rentak Bulian dan Serampang Dua Belas.
  1. Kepulauan Riau: Madah Gurindam'
  1. Jambi: Sekapur Sirih, Selampit Delapan, dan Rangguk.
  1. Bengkulu: Tari Andun, Bidadei Teminang, dan Tari Kejei.
  1. Sumatera Selatan: Gending Sriwijaya, Bekhusek, Tanggai
  1. Kepulauan Bangka Belitung: Tari Campak.
  1. Lampung: Bandana, Sembah, Tayuhan, Sigegh, dan Labu Kayu.
c. Lagu
  1. Aceh: B ungong Jeumpa dan Lembah Alas.
  1. Sumatera Utara: Piso Surit, Anju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso, Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, dan Tapian Nauli.
  1. Riau: Soleram, Kebangkitan Melayu, Tanjung Katung, Bungo Cempako, Lancang kuning, Ayam Putih Pungguk, Makan Sirih, Uyang Bagan Tak Ondak Belaya, Mak Long, Tuanku Tambusai, Pak Ngah Balek, Puteri Tujuh, Dedap Durhaka, dan Kutang Barendo.
  1. Sumatera Barat: Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang yang Jauh di Mato, Kambanglah Bungo, Indang Sungai Garinggiang, dan Rang Talu.
  1. Sumatera Selatan: Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Gending Sriwijaya, Kabile-bile, dan Tari Tanggai.
  1. Jambi: Batanghari, Soleram, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, dan Selendang Mayang.
  1. Bengkulu: Lalan Belak.
  1. Lampung: Lipang Lepangdang.


2. Macam-macam Budaya di Pulau Jawa dan BaliPulau Jawa mendapat julukan Jawadwipa (pulau padi). Terdapat beberapa provinsi di pulau tersebut dan banyak keanegaraman budayanya. Macam-macam budaya Indonesia di Pulau Jawa dan Bali ialah sebagai berikut.
a. Rumah Adat
  1. Jawa Tengah: Joglo
  1. Jawa Timur: Joglo
  1. DI Yogyakarta: Joglo
  1. Jawa Barat: Kasepuhan
  1. Bali: Natar
b. Tarian
  1. DKI Jakarta: Topeng dan Yapong.
  1. Jawa Barat: Bangbarongan, Bengberokan, Jaipongan, Tari Cikeruhan, Tari Topeng Cirebon, Tari Topeng Priangan, Kuda lumping, dan Reog (Sunda).
  1. Jawa Tengah: Ebeg, Topeng Ireng, Kuda lumping, Tari Topeng Sinok, Tari Topeng Brebes, dan Reog (Banjarharjo).
  1. Jawa Timur: Tari Remo, Kuda lumping, Reog (Ponorogo)
  1. Yogyakarta: Tari Golek Menak dan Kuda lumping.
  1. Bali: Joged Bumbung, Gambuh, Kecak, Legong, Sanghyang, Tari Bali, Tari Jangger, Tari Pendet, dan Tari Rejang.
c. Lagu
  1. Jakarta: Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung, Keroncong Kemayoran, Surilang, dan Terang Bulan .
  1. Jawa Barat: Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Karatagan Pahlawan, Manuk Dadali, Panon Hideung, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, danTokecang.
  1. Banten: Dayung Sampan.
  1. Jawa Timur: Keraban Sape dan Tanduk Majeng.
  1. Jawa Tengah: Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, Bapak Pucung, Yen Ing Tawang Ono Lintang, Stasiun Balapan.
  1. Yogyakarta: Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah.
  1. Bali: Mejangeran dan Ratu Anom.


3. Macam-macam Budaya di Pulau Kalimantan dan Nusa TenggaraPulau ini mendapat julukan Warunadwipa nan artinya 'Pulau Dewa Laut'. Beberapa istilah nan dulu digunakan buat Pulau Kalimantan. Tidak kalah dengan dua pulau nan telah kita bicarakan di atas, Kalimantan memiliki karakteristik khas budaya sendiri.
a. Rumah Adat
  1. Kalimantan Barat: Rumah Panjang
  1. Kalimantan Timur: Rumah Lamin
  1. Kalimantan Tengah: Rumah Bentang
  1. Kalimantan Selatan: Rumah Banjar
  1. Nusa Tenggara Barat: Dalam Tempat Samawa
  1. Nusa Tenggara Timur: Sao Ata Nusa Lakitana
b. Tarian
  1. Nusa Tenggara Timur: Caci, Caci Melo, Likurai, Bidu, Tebe, Bonet, Pado'a, dan Rokatenda.
  1. Kalimantan: Tari Banjar, Tari Kanjar, Manasai, Tari Pedang, Tari Giring-Giring, Tari Pala, Tari Pinggan, dan Tari Hudog.
  1. Nusa Tenggara Barat: Oncer Batu Gandrung.
  1. Nusa Tenggara Timur: Oha dan Lego-lego.
c. Lagu
  1. Kalimantan Barat: Cik-Cik Periuk, Cak Uncang, Batu Ballah, Alok Galing, Tandak Sambas , Sungai Sambas Kebanjiran, dan Alon-Alon .
  1. Kalimantan Timur: Indung-Indung.
  1. Kalimantan Tengah: Kalayar dan Pulau Lempang .
  1. Kalimantan Selatan: Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, dan Saputangan Bapuncu Ampat .
  1. Nusa Tenggara Barat: Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-Orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana, dan Tutu Koda .
  1. Nusa Tenggara Timur: Anak Kambing Saya, Oras Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana, Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku Retang, Gaila Ruma Radha, Desaku, Flobamora, dan Pangkas Bebek Angsa .


4. Macam-macam Budaya di Pulau Sulawesi dan MalukuSulawesi syahdan berasal dari kata sula nan berarti 'pulau dan besi', sedangkan orang Arab menyebut Sulawesi dengan nama Sholibis. Maluku memiliki nama orisinil "Jazirah al-Mulk" nan artinya 'kumpulan/semenanjung kerajaan nan terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil'. Maluku dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam nan berlimpah.
Orang Belanda menyebutnya sebagai 'the three golden from the east' (tiga emas dari timur) yakni Ternate, Banda, dan Ambon. Sebelum kedatangan Belanda, penulis dan tabib Portugis, Tome Pirez menulis buku 'Summa Oriental' nan telah melukiskan tentang Ternate, Ambon, dan Banda sebagai 'the spices island'.
Berikut budaya-budaya di Sulawesi dan Maluku.
a. Rumah Adat
  1. Sulawesi Utara: Baolaang Mongandow.
  1. Sulawesi Tenggara: Laikos.
  1. Sulawesi Tengah: Sauraja.
  1. Sulawesi Selatan: Tongkonan (Tana Toraja), Bola Soba (Bugis Bone), dan Balla Lompoa (Makassar Gowa).
  1. Maluku: Baileo.
b. Tarian
  1. Sulawesi Utara: Maengket dan Polopalo.
  1. Sulawesi Tengah: Dero.
  1. Sulawesi Selatan: Pajoge, Tari Pakarena, Tarian Anging Mamiri, dan Tari Padduppa.
  1. Sulawesi Tenggara: Tari Malulo.
  1. Gorontalo: Tari Saronde, Tari Elengge, Tari Dana-Dana, Tari Polopalo, dan Tari Pore-Pore.
  1. Maluku dan Maluku Utara: Cakalele, Orlapei, dan Katreji.
c. Lagu
  1. Sulawesi Tengah: Tondok Kadadingku, Tope Tugu
  1. Sulawesi Barat: Bulu Londong, Malluya, Io-Io, Ma'pararuk
  1. Sulawesi Selatan: Angin Mamiri, Pakarena, Sulawesi Parasanganta, Ma Rencong.
  1. Sulawesi Utara: Esa Mokan, O Ina Ni Keke, Si Patokaan, dan Sitara Tillo.
  1. Sulawesi Tenggara: Peia Tawa-Tawa
  1. Gorontalo: Hulondalo li Pu'u , Bulalo Lo Limutu , dan Wanu Mamo Leleyangi
  1. Maluku: Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Tantina, Goro-Gorone, Huhatee, Kole-Kole, Mande-Mande, Ole Sioh, O Ulate, Sarinande, dan Tanase


5. Macam-macam Budaya di PapuaMeski dari segi kebudayaan Papua memang sedikit berbeda dengan pulau lainnya, tetapi eksistensi kebudayaannya cukup menarik dan unik.
a. Rumah Adat
  1. Honai, Rumah Kariwari
b. Tarian
  1. Perang, Musyoh, dan Yosim Pancar
c. Lagu
  1. Apuse dan Yamko Rambe Yamko
Budaya daerah ini merupakan karakteristik khas setiap daerah nan seharusnya menjadi tangggung jawab kita bersama buat dapat melestarikannya sebab macam-macam budaya Indonesia ini dapat saja punah. Bahkan, budaya ini mungkin saja diakui oleh negara lain sebagai budayanya. Mulai dari sekarang marilah kita lestarikan macam-macam budaya Indonesia demi kelestarian budaya di masa nan akan datang.Macam-macam budaya Indonesia sudah terkenal unik di seluruh dunia. Selain itu, Indonesia juga mendapat julukan Zamrud Khatulistiwa. Budayanya pun sudah mendunia, ditambah dengan semakin bertambahnya provinsi di Indonesia nan sampai saat ini sudah berjumlah 33 provinsi. Ini tentu saja membuat semakin beragamnya budaya kita.
Dewasa ini memang dibutuhkan kerja keras agar macam-macam budaya Indonesia dapat tetap lestari. Luasnya wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke membuat kita kaya akan budaya.
Uniknya, budaya Indonesia dapat kita lihat saat berkunjung ke Taman Mini Indonesia Latif (TMII). Di sana terdapat macam-macam budaya Indonesia, mulai dari rumah adat, baju adat, dll. Tapi, tak ada salahnya sewaktu-waktu kita pun mengunjungi daerah di Indonesia buat melihat secara langsung macam-macam budaya Indonesia.
Untuk lebih mengenal macam-macam budaya Indonesia, marilah kita berkunjung ke tiap pulau di Indonesia. Budaya Indonesia sebetulnya tak kalah dengan budaya dari luar, tetapi sangat disayangkan sebagian penduduk Indonesia lebih merasa bangga dengan budaya luar.
Sebelum mengetahui macam-macam budaya Indonesia, ada baiknya kita ketahui apa itu budaya dan kebudayaan. Dalam bahasa sehari-hari, kebudayaan artinya terbatas pada hal-hal nan latif seperti candi, tari-tarian, seni rupa, seni suara, kesusastraan, dan filsafat.
Definisi ilmu antropologi jauh lebih luas sifat dan ruang lingkupnya. Menurut ilmu antropologi, kebudayaan ialah holistik sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehudupan masyarkat nan dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Sementara itu, budaya itu sendiri artinya ide dari budi dan daya seseorang buat melakukan sesuatu.
Macam-macam Budaya IndonesiaIndonesia ialah negara nan sangat kaya kebudayaan. Setiap pulau nan terdiri atas beberapa provinsi mempunyai kebudayaan nan berbeda. Tiap suku bangsa memiliki bahasa, rumah adat, tarian, lagu daerah, baju adat, upacara adat, makanan tradisional, dll. Seperti nan tertulis di bawah ini, kita akan coba bahas macam-macam budaya Indonesia.
1. Macam-macam Budaya di Pulau SumateraPulau nan mendapat julukan Suwarnadwipa (pulau emas) atau Suwarnabhumi (tanah emas), keunikan macam-macam budayanya dapat kita lihat di bawah ini.
a. Rumah Adat
  1. Aceh: Rumoh Aceh
  1. Sumatera Utara: Jabo Balon
  1. Sumatera Barat: Rumah Gadang
  1. Sumatera Selatan: Rumah Limas
  1. Riau: Rumah Adat Melayu Selaso Jatuh Kembar, Lontiok
  1. Jambi: Rumah Panggung
  1. Lampung: Nuwo Sesaat
  1. Bengkulu: Bubungan Limas
b. Tarian
  1. Aceh: Tari Bines, Didong, Tari Guel, Tari Mesekat, Tari Rateb Meuseukat, Tari Saman, Tari Seudati, Tari Laweut, Tari Likok Pulo, Tari Pho, Tari Rapa'i Geleng, Tari Ula-ula Lembing, dan Tari Pukat.
  1. Sumatera Utara: Tortor, Tari Sapu Tangan, Tari Adok, Tari Anak, Tari Pahlawan, Tari Lagu Duo, Tari Perak, dan Famaena.
  1. Sumatera Barat: Tari Piring, Tari Payung, Tari Indang, Tari Pasambahan, dan Tari Lilin.
  1. Riau: Zapin, Rentak Bulian dan Serampang Dua Belas.
  1. Kepulauan Riau: Madah Gurindam'
  1. Jambi: Sekapur Sirih, Selampit Delapan, dan Rangguk.
  1. Bengkulu: Tari Andun, Bidadei Teminang, dan Tari Kejei.
  1. Sumatera Selatan: Gending Sriwijaya, Bekhusek, Tanggai
  1. Kepulauan Bangka Belitung: Tari Campak.
  1. Lampung: Bandana, Sembah, Tayuhan, Sigegh, dan Labu Kayu.
c. Lagu
  1. Aceh: B ungong Jeumpa dan Lembah Alas.
  1. Sumatera Utara: Piso Surit, Anju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong, Bungo Bangso, Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia, Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, dan Tapian Nauli.
  1. Riau: Soleram, Kebangkitan Melayu, Tanjung Katung, Bungo Cempako, Lancang kuning, Ayam Putih Pungguk, Makan Sirih, Uyang Bagan Tak Ondak Belaya, Mak Long, Tuanku Tambusai, Pak Ngah Balek, Puteri Tujuh, Dedap Durhaka, dan Kutang Barendo.
  1. Sumatera Barat: Ayam Den Lapeh, Barek Solok, Dayung Palinggam, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato, Ka Parak Tingga, Malam Baiko, Kampuang yang Jauh di Mato, Kambanglah Bungo, Indang Sungai Garinggiang, dan Rang Talu.
  1. Sumatera Selatan: Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Gending Sriwijaya, Kabile-bile, dan Tari Tanggai.
  1. Jambi: Batanghari, Soleram, Injit-Injit Semut, Pinang Muda, dan Selendang Mayang.
  1. Bengkulu: Lalan Belak.
  1. Lampung: Lipang Lepangdang.


2. Macam-macam Budaya di Pulau Jawa dan BaliPulau Jawa mendapat julukan Jawadwipa (pulau padi). Terdapat beberapa provinsi di pulau tersebut dan banyak keanegaraman budayanya. Macam-macam budaya Indonesia di Pulau Jawa dan Bali ialah sebagai berikut.
a. Rumah Adat
  1. Jawa Tengah: Joglo
  1. Jawa Timur: Joglo
  1. DI Yogyakarta: Joglo
  1. Jawa Barat: Kasepuhan
  1. Bali: Natar
b. Tarian
  1. DKI Jakarta: Topeng dan Yapong.
  1. Jawa Barat: Bangbarongan, Bengberokan, Jaipongan, Tari Cikeruhan, Tari Topeng Cirebon, Tari Topeng Priangan, Kuda lumping, dan Reog (Sunda).
  1. Jawa Tengah: Ebeg, Topeng Ireng, Kuda lumping, Tari Topeng Sinok, Tari Topeng Brebes, dan Reog (Banjarharjo).
  1. Jawa Timur: Tari Remo, Kuda lumping, Reog (Ponorogo)
  1. Yogyakarta: Tari Golek Menak dan Kuda lumping.
  1. Bali: Joged Bumbung, Gambuh, Kecak, Legong, Sanghyang, Tari Bali, Tari Jangger, Tari Pendet, dan Tari Rejang.
c. Lagu
  1. Jakarta: Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung, Keroncong Kemayoran, Surilang, dan Terang Bulan .
  1. Jawa Barat: Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Karatagan Pahlawan, Manuk Dadali, Panon Hideung, Peuyeum Bandung, Pileuleuyan, danTokecang.
  1. Banten: Dayung Sampan.
  1. Jawa Timur: Keraban Sape dan Tanduk Majeng.
  1. Jawa Tengah: Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir, Jamuran, Bapak Pucung, Yen Ing Tawang Ono Lintang, Stasiun Balapan.
  1. Yogyakarta: Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah.
  1. Bali: Mejangeran dan Ratu Anom.


3. Macam-macam Budaya di Pulau Kalimantan dan Nusa TenggaraPulau ini mendapat julukan Warunadwipa nan artinya 'Pulau Dewa Laut'. Beberapa istilah nan dulu digunakan buat Pulau Kalimantan. Tidak kalah dengan dua pulau nan telah kita bicarakan di atas, Kalimantan memiliki karakteristik khas budaya sendiri.
a. Rumah Adat
  1. Kalimantan Barat: Rumah Panjang
  1. Kalimantan Timur: Rumah Lamin
  1. Kalimantan Tengah: Rumah Bentang
  1. Kalimantan Selatan: Rumah Banjar
  1. Nusa Tenggara Barat: Dalam Tempat Samawa
  1. Nusa Tenggara Timur: Sao Ata Nusa Lakitana
b. Tarian
  1. Nusa Tenggara Timur: Caci, Caci Melo, Likurai, Bidu, Tebe, Bonet, Pado'a, dan Rokatenda.
  1. Kalimantan: Tari Banjar, Tari Kanjar, Manasai, Tari Pedang, Tari Giring-Giring, Tari Pala, Tari Pinggan, dan Tari Hudog.
  1. Nusa Tenggara Barat: Oncer Batu Gandrung.
  1. Nusa Tenggara Timur: Oha dan Lego-lego.
c. Lagu
  1. Kalimantan Barat: Cik-Cik Periuk, Cak Uncang, Batu Ballah, Alok Galing, Tandak Sambas , Sungai Sambas Kebanjiran, dan Alon-Alon .
  1. Kalimantan Timur: Indung-Indung.
  1. Kalimantan Tengah: Kalayar dan Pulau Lempang .
  1. Kalimantan Selatan: Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, dan Saputangan Bapuncu Ampat .
  1. Nusa Tenggara Barat: Helele U Ala De Teang, Moree, Orlen-Orlen, Pai Mura Rame, Tebe Onana, dan Tutu Koda .
  1. Nusa Tenggara Timur: Anak Kambing Saya, Oras Loro Malirin, Sonbilo, Tebe Onana, Ofalangga, Do Hawu, Bolelebo, Lewo Ro Piring Sina, Bengu Re Le Kaju, Aku Retang, Gaila Ruma Radha, Desaku, Flobamora, dan Pangkas Bebek Angsa .


4. Macam-macam Budaya di Pulau Sulawesi dan MalukuSulawesi syahdan berasal dari kata sula nan berarti 'pulau dan besi', sedangkan orang Arab menyebut Sulawesi dengan nama Sholibis. Maluku memiliki nama orisinil "Jazirah al-Mulk" nan artinya 'kumpulan/semenanjung kerajaan nan terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil'. Maluku dikenal dengan kawasan Seribu Pulau serta memiliki keanekaragaman sosial budaya dan kekayaan alam nan berlimpah.
Orang Belanda menyebutnya sebagai 'the three golden from the east' (tiga emas dari timur) yakni Ternate, Banda, dan Ambon. Sebelum kedatangan Belanda, penulis dan tabib Portugis, Tome Pirez menulis buku 'Summa Oriental' nan telah melukiskan tentang Ternate, Ambon, dan Banda sebagai 'the spices island'.
Berikut budaya-budaya di Sulawesi dan Maluku.
a. Rumah Adat
  1. Sulawesi Utara: Baolaang Mongandow.
  1. Sulawesi Tenggara: Laikos.
  1. Sulawesi Tengah: Sauraja.
  1. Sulawesi Selatan: Tongkonan (Tana Toraja), Bola Soba (Bugis Bone), dan Balla Lompoa (Makassar Gowa).
  1. Maluku: Baileo.
b. Tarian
  1. Sulawesi Utara: Maengket dan Polopalo.
  1. Sulawesi Tengah: Dero.
  1. Sulawesi Selatan: Pajoge, Tari Pakarena, Tarian Anging Mamiri, dan Tari Padduppa.
  1. Sulawesi Tenggara: Tari Malulo.
  1. Gorontalo: Tari Saronde, Tari Elengge, Tari Dana-Dana, Tari Polopalo, dan Tari Pore-Pore.
  1. Maluku dan Maluku Utara: Cakalele, Orlapei, dan Katreji.
c. Lagu
  1. Sulawesi Tengah: Tondok Kadadingku, Tope Tugu
  1. Sulawesi Barat: Bulu Londong, Malluya, Io-Io, Ma'pararuk
  1. Sulawesi Selatan: Angin Mamiri, Pakarena, Sulawesi Parasanganta, Ma Rencong.
  1. Sulawesi Utara: Esa Mokan, O Ina Ni Keke, Si Patokaan, dan Sitara Tillo.
  1. Sulawesi Tenggara: Peia Tawa-Tawa
  1. Gorontalo: Hulondalo li Pu'u , Bulalo Lo Limutu , dan Wanu Mamo Leleyangi
  1. Maluku: Rasa Sayang-sayange, Ayo Mama, Buka Pintu, Burung Tantina, Goro-Gorone, Huhatee, Kole-Kole, Mande-Mande, Ole Sioh, O Ulate, Sarinande, dan Tanase


5. Macam-macam Budaya di PapuaMeski dari segi kebudayaan Papua memang sedikit berbeda dengan pulau lainnya, tetapi eksistensi kebudayaannya cukup menarik dan unik.
a. Rumah Adat
  1. Honai, Rumah Kariwari
b. Tarian
  1. Perang, Musyoh, dan Yosim Pancar
c. Lagu
  1. Apuse dan Yamko Rambe Yamko
Budaya daerah ini merupakan karakteristik khas setiap daerah nan seharusnya menjadi tangggung jawab kita bersama buat dapat melestarikannya sebab macam-macam budaya Indonesia ini dapat saja punah. Bahkan, budaya ini mungkin saja diakui oleh negara lain sebagai budayanya. Mulai dari sekarang marilah kita lestarikan macam-macam budaya Indonesia demi kelestarian budaya di masa nan akan datang.

Rabu, 14 Januari 2015

ILMU PENAGEATHUAN DAN TEKNOLOGI



IPTEK, begitulah kata yang lebih sering kita dengar untuk menyebut ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua kata ini lebih sering digabungkan penggunaannya. Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan sangat pesat. Kemunculan teknologi-teknologi terkini tidak terlepas dari para ilmuwan yang meneliti, mengembangkan hingga akhirnya menghasilkan produk yang dapat digunakan banyak orang. Produk-produk, seperti televisi, komputer, handphone, motor, mobil, bahkan pesawat terbang dan lainnya kini bisa leluasa dipergunakan. Hingga saat ini, para ilmuwan tidak pernah berhenti berinovasi untuk menghasilkan produk-produk baru. Sebutan “era teknologi” pantas disematkan pada kehidupan sekarang ini, meskipun di beberapa daerah masih ada yang belum tersentuh atau bisa jadi kultur daerah tersebut yang fobia dengan teknologi. Lalu bagaimana perkembangan IPTEK di Indonesia? Menurut data bulan Juni 2012, Indonesia menempati peringkat 46 dalam kemajuan teknologi. Penilaian pemeringkatan itu, berdasarkan pada tingkat kesiapan teknologi (TKT) yang antara lain meliputi inovasi teknologi dan teknologi siap pakai. Soal daya saing berdasarkan data bulan Maret 2013, Indonesia menempati posisi 50 dari 144 negara yang disurvey Forum Ekonomi Dunia lewat Global Growth Competitiveness Index. Posisi ini jauh di bawah negara tetangga kita, Singapura, yang menempati posisi 2. Indonesia sebenarnya berpeluang besar menjadi negara penghasil produk teknologi, ilmuwan-ilmuwan Indonesia punya potensi yang boleh dikatakan terbaik di dunia. Sebut saja Prof. Dr.Ing. Dr. Sc.h.c. Bacharuddin Jusuf Habibie, yang telah lama dikenal dalam dunia IPTEK. Selain Pak Habibie, tentunya masih banyak lagi ilmuwan Indonesia yang bergelut dalam bidang IPTEK hingga dikenal seantero dunia. Namun sayang, potensi besar ini ‘tidak mendapat tempat yang strategis’ di negaranya sendiri hingga tidak sedikit dari para ilmuwa tersebut yang memilih mengabdi di negara lain untuk mengembangkan ilmu mereka. Namun begitu, kita tidak perlu pesimis. Indonesia tetap dikenal sebagai negara yang memiliki potensi yang luar biasa di segala sisi, ibarat ‘macan yang masih tertidur’ pada suatu saat Indonesia bisa merajai IPTEK dunia. Sebagaimana kita lihat peran-peran pelajar Indonesia mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang begitu antusias menimba ilmu dan berkompetisi di bidang IPTEK. Potensi wilayah yang begitu kaya, kelak nantinya bisa dikembangkan dan dikelola mandiri oleh anak-anak bangsa.
Agama dan Masyarakat 1. Fungsi agama 1.1. Fungsi agama dalam masyarakat Agama adalah fenomena hidup manusia. Dorongan untuk bergama, penghayatan terhadap wujud agama serta bentuk pelaksanaanya dalam masyarakat bias berbeda-beda, namun pada hakekatnya sama, yaitu, bahwa semua agama merupakan jawaban terhadap kerinduan manusia yang paling dalam yang mengatasi semua manusia. Pada hakekatnya seluruh manusia ini secara fithriah mempunyai potensi untuk percaya kepada Yang Maha Esa dank arena agama yang mengajarkan tentang konsepsi ketuhanan merupakan bagain yang tak terpisahkan dan kehidupan umat manusia. Agama merupakan factor yang sangat penting dan sangat menentukan bagi kehidupan jutaan manusia. Agama seringkali menjadi motif dalam keputusan-keputusan politik, social ekonomi, serta pernyataan-pernyataan kebudayaan. Agama dapat mempersatukan dari berbagai suku dan bangsa di dunia ini. Agama dapat menjadi tali pengikat persaudaraan yang kekal, yang melampaui batas-batas wilayah atau georafi. Orang-orang beragama lebih dekat satu sama lain karena mereka mengenal seperangkat nilai-nilai dasar sebagai pedoman bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Agama mempunyai 2 dimensi yaitu transcendental (ukhrowi) menyangkut hubungan manusia dengan Tuhannya dan mondial (duniawi) menyangkut hubungan manusia dengan manusia lain dan lingkungan. Menurut DR. Nico Syukur Dister ditinjau dari segi psikologi agama ada 4 macam motivasi kelakuan bergama : 1. Agama sebagai sarana untuk mengatasi frustasi. 2. Agama sebagai sarana untuk menjaga kesusilaan dan tata tertib masyarakat. 3. Agama sebagai sarana untuk memuaskan intelak yang ingin tahu. 4. Agama sebagai sarana mengatasi ketakutan. Tinjauan ini bersifat fungsional, sedangkan dibalik itu masih ada motif lain yang lebih dalam yang tidak bisa lepas dari sifat dan kodrat manusia itu sendiri. 1.2. Dimensi komitmen agama Dimensi komitmen agama menurut Roland Robertson : Dimensi keyakinan mengandung perkiraan/harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu. • Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata. • Dimensi pengerahuan, dikaitkan dengan perkiraan. • Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, semua agama mempunyai perkiraan tertentu. • Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan. 2. Pelembagaan agama 2.1. Tiga tipe kaitan agama dengan masyarakat Agama memiliki tiga (3) tipe hubungan dengan masyarakat diantaranya (menurut Elizabeth K. Nottingham) • Masyarakat Pedalaman Di dalam kehidupan masyarakat pedalaman agama masih berdasarkan kepercayaan sehingga mereka mengadakan berbagai upacara ritual karena mereka percaya dengan begitu mereka sudah memiliki agama. • Masyarakat Semi Industri Di dalam masyarakat semi industri sudah lebih maju dari masyarakat pedalaman sehingga di masyarakat semi indutri sudah memegang agama sebagai kepecayaan dan sebagai pedoman dalam melakukan segala hal seperti berdagang • Masyarakat Industri Sekunder (Modern) Di dalam masyarakat industri sekunder sudah banyak muncul teknologi canggih sehingga lebih mudah menolong kegiatan manusia, namun karena sudah banyak teknologi maka agama menjadi di “no duakan” sehingga kurangnya kepercayaan terhadap agama. 2.2. Pelembagaan agama Ada 3 tipe kaitan agama dengan masyarakat, diantaranya : 1. Masyarakat dan nilai-nilai sakral. 2. Masyarakat-masyarakat pra industri yang sedang berkembang. 3. Masyarakat-masyarakat industri sekuler. Pengertian pelembagaan agama itu sendiri ialah apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur dan bentuknya serta fungsi struktur agama. Dimensi ini mengidentifikasikan pengaruh-pengaruh kepercayaan di dalam kehidupan sehari-hari. 3. Agama ,konflik dan masyarakat 3.1. Contoh-contoh dan kaitannya tentang konflik yang ada dalam agama dan masyarakat Di Indonesia sendiri konflik agama baik yang bersifat murni maupun yang ditumpangi oleh aspek budaya, politik, ideologi dan kepentingan golongan banyak mewarnai perjalanan sejarah Indonesia. Bahkan diera reformasi dan paska reformasi, agama telah menunjukkan peran dan fungsinya yang nyata. Baik kekuatan yang konstuktif maupun kekuatan yang destruktif. Sesudah gerakan reformasi, suatu keyakinan ketuhanan atau keagamaan banyak dituduh telah menyebabkan konflik kekerasan dinegeri ini. Selama 4 tahun belakangan, ribuan anak bangsa mati tanpa tahu untuk apa. Ribuan manusia terusir dari kampung halamannya, tempat mereka dilahirkan. Ribuan anak-anak lainnya pun menjadi piatu, kehilangan sanak keluarganya dan orang-orang yang dikasih
Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat 1. Perbedaan Kepentingan Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya. Dengan berpegang prinsip bahwa tingkah laku individu merupakan cara atau alat dalam memenuhi kebutuhannya, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat pada hakikatnya merupakan kepuasan pemenuhan dari kepentingan tersebut. Oleh karena individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang yang sama persis dalam aspek-aspek pribadinya, baik jasmani maupun rohani, maka dengan sendirinya timbul perbedaan individu dalam hal kepentingannya. Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa : 1. kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang 2. kepentingan individu untuk memperoleh harga diri 3. kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama 4. kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi 5. kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain 6. kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya 7. kepentingan individu untuk memperoleh rasa aman dan perlindungan diri 8. kepentingan individu untuk memperoleh kemerdekaan diri Kenyataan-kenyataan seperti itu menunjukkan ketidakmampuan suatu ideologi mewujudkan idealisme yang akhirnya akan melahirkan kondisi disintegrasi atau konflik. Permasalahan utama dalam tinjauan konflik ini adalah adanya jarak yang terlalu besar antara harapan dengan kenyataan pelaksanaan dan hasilnya kenyataan itu disebabkan oleh sudut pandang yang berbeda antara pemerintah atau penguasa sebagai pemegang kendali ideologi dengan berbagai kelompok kepentingan sebagai sub-sub ideologi. Perbedaan kepentingan ini tidak secara langsung menyebabkan terjadinya konflik tetapi mengenal beberapa fase yaitu: 1. Fase disorganisasi yang terjadi karena kesalahpahaman. 2. Fase disintegrasi yaitu pernyataan tidak setuju. Fase dis-integrasi ini memiliki tahapan (Menurut Walter W. Martin dkk): • Ketidaksepahaman anggota kelompok tentang tujuan yang dicapai. • Norma sosial tidak membantu dalam mencapai tujuan yang disepakati. • Norma yang telah dihayati bertentangan satu sama lain. • Sanksi sudah menjadi lemah • Tindakan anggota masyarakat sudah bertentangan dengan norma kelompok. 2. Prasangka diskriminasi dan ethosentris Hidup bermasyarakat adalah hidup dengan berhubungan baik antara dihubungkan dengan menghubungkan antara individu-individu maupun antara kelompok dan golongan. Hidup bermasyarakat juga berarti kehidupan dinamis dimana setiap anggota satu dan lainnya harus saling memberi dan menerima. Anggota memberi karena ia patut untuk memberi dan anggota penerima karena ia patut untu menerima. Ikatan berupa norma serta nilai-nilai yang telah dibuatnya bersama diantara para anggotanya menjadikan alat pengontrol agar para anggota masyarakat tidak terlepas dari rel ketentuan yang telah disepakati itu. Rasa solider, toleransi, tenggang rasa, tepa selira sebagai bukti kuatnya ikatan itu. Paa diri setiap anggota terkandugn makna adanya saling ikut merasakan dan saling bertanggungjawab paa setiap sikap tindak baik megnarah kepada yang hang positif maupun negative. Sakit anggota masyarakat satu akan dirasakan oleh anggota lainnya. Tetapi disamping adanya suatu harmonisasi, disisi lain keadaan akan menjadi sebaliknya. Bukan harmonisasi ditemukan, tetapi disharmonisasi. Bukan keadaan organisasi tetapi disorganisasi. Sering kita temui keadaan dimasyarakat para anggotanya pada kondisi tertentu, diwarnai oleh adanya persamaan-persamaan dalam berbagai hal. Tetapi juga didapati perbedaan-perbedaan dan bahkan sering kita temui pertentangan-pertentangan. Sering diharapkan panas sampai petang tetapi kiranya hujan setengah hari, karena sebagus-bagus nya gading akan mengalami keretakan. Itulah sebabnya keadaan masyarakat dan Negara mengalami kegoyahan-kegoyahan yang terkadang keaaan tidak terkendali dan dari situlah terjadinya perpecahan.. Sudah tentu sebabnya, misalnya adanya pertentangan karena perbedaan keinginan. Perbedaan kepentingan sebenarnya merupakan sifat naluriah disamping adanya persamaan kepentingan. Bila perbedaan kepentingan itu terjadi pada kelompok-kelompok tertentu, misalnya pada kelompok etnis, kelompok agama, kelompok ideology tertentu termasuk antara mayoritas dan minoritas. 3. Pertentangan sosial ketegangan dalam masyarakat Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan cirri-ciri dari situasi konflik yaitu : 1. Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagianyang terlibat di dalam konflik. 2. Unti-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan, masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan. 3. Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut. Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengannya, misalnya kebencian atau permusuhan. Konflik dapat terjadi paa lingkungan yang paling kecil yaitu individu, sampai kepaa lingkungan yang luas yaitu masyarakat. 1. Pada taraf di dalam diri seseorang, konflik menunjuk kepada adanya pertentangan, ketidakpastian, atau emosi-emosi dan dorongan yang antagonistic didalam diri seseorang. 2. Pada taraf kelompok, konflik ditimbulkan dari konflik yang terjadi dalam diri individu, dari perbedaan-perbedaan pada para anggota kelompok dalam tujuan-tujuan, nilai-nilai, dan norma-norma, motivasi-motivasi mereka untuk menjadi anggota kelompok, serta minat mereka. 3. Pada taraf masyarakat, konflik juga bersumber pada perbedaan di antara nilai-nilai dan norma-norma kelompok dengan nilai-nilai an norma-norma kelompok yang bersangkutan berbeda.Perbedan-perbedaan dalam nilai, tujuan dan norma serta minat, disebabkan oleh adanya perbedaan pengalaman hidup dan sumber-sumber sosio-ekonomis didalam suatu kebudayaan tertentu dengan yang aa dalam kebudayaan-kebudayaan lain. Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah : 1. Elimination; yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yagn diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri. 2. Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya. 3. Majority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi. 4. Minority Consent; artinya kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama. 5. Compromise; artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah 6. Integration; artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak 4. Golongan-golongan yang berbeda dan integrasi social Masyarakat indonesia adalah masyarakat yang majemuk, msyarakat majemuk itu di persatukan oleh sistim nasional negara indonesia.aspek” kemasyarakatann yang mempersatukannya antara lain : 1. Suku bangsa dan kebudayaannya 2. Agama 3. Bahasa 4. Nasion Indonesia Masalah besar yang di hadapi indonesia adalah sulitnya itegrasi antara 1 dengan yang lainnya. masyarakat” yang ada di indonesia mereka tetap hidup berdampingan pada kemajemukannya, berikut adalah beberapa variabel yang dapat menghambat integrasi : 1. Klaim/Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang di anggap sebagai miliknya. 2. Isu asli tidak asli berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara indonesia asli dengan keturunan lain. 3. Agama, sentimen agama dapat di gerakkan untuk mempertajam kesukuan. 4. Prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang golongan tertentuk. Dalam hal ini masyarakat indonesia seringkali terhambat integrasinya karena variabel variabel yang di sebutkan di atas. masyarakat indonesia pada umumnya masih sulit untuk menerima sesuatu yang baru ataupun yang berbeda dengan yang biasa ia temukan. misalnya saja antar agama masih sering terjadi permusuhan/ sering terjadi perang agama di desa-desa yang berada di pulau jawa. hal tersebut menunjukkan bahwa betapa sulitnya bagi mereka untuk berintegrasi tanpa menyangkut pautkan variabel-variabel yang ada di atas tadi. 5. Integrasi nasional Pada hakekatnya integrasi merupakan upaya politik/ kekuasaan untuk menyatukan semua unsure masyarakat yang majemuk harus tunduk kepada aturan-aturan kebijakan politik yang dibangun dari nilai-nilai kultur yang ada dalam masyarakat majemuk tadi, sehingga terjadi kesepakatan bersama dalam mencapai tujuan tujuan nasional dimasa depan untuk kepentingan bersama. Proses integrasi disebabkan adanya, kebersamaan sejarah, ada ancaman dari luar yang dapat mengganggu keutuhan NKRI, adanya kesepakatan pemimpin, homogenitas social budaya serta agama ,dan adanya saling ketergantungan dalam bidang politik dan ekonomi. Integrasi mempunyai dua dimensi, antara lain: integrasi horizontal dan integrasi vertikal. Dimensi vertical dalam integrasi nasional bertujuan mengintegrasikan persepsi dan prilaku elite dan masa dengan cara menghilangkan, mengurangi perbedaan kesenjangan antara kelompok yang berpengaruh dengan yang dipengaruhi. Sedangkan dimensi horizontal mengintegrasikan antara kelompok-kelompok dalam masyarakat, dengan cara menjembatani perbedaan – perbedaan yang ditimbulkan oleh factor-faktor teritorial/kultur dengan mengurangi kesenjangan yang ditimbulkan oleh factor-faktor tersebut.

Rabu, 19 November 2014

WARGA NEGARA DAN NEGARA


         Seseorang pasti mempunyai identitas kewarganegaraan masing masing,dan mereka pasti senang dengan kebangsaan atau bernegara di negara tersebut, foto di samping adalah salah satu contoh warga negara dan negara , ada 2 orang yang berseragam SMK yang lagi memprestasikan sebuah tugas di depan kelas mereka .



     Dan foto selanjutkan adalah 2 orang mahasiswa keperawatan yang lagi menjalankan kegiatan perkliahan ,agar mereka bisa menjadi perawat atau dokter yang profesional dan dapat membantu masyarakat yang ada di daerah,kota, dan negara itu sendiri.
    Selanjutnya beberapa orang sedang berdialog di sebuah stasion televisi suata yang membahas perkembangan daerah yang pasti akan ada dampaknya untuk bangsa dan negara kita